Saudi Arabia Hacker

Todays News Update: we got hacked!

So bad that our security sucks and we got hacked!..

Your site was hacked, We 0wn Your Security

Connecting......

Connection complete

Changing......

U got hacked!

(GARWASHA)

We Will Never Stop Hacking

Its not a game

It's Our Job

 

GARWASHA

DgX@hoTmAiL.com

 

Hadis Kudsi

Posted by Admin

Seluruh umat Islam telah paham, bahwa sumber pedoman hidup manusia setelah al-Quran adalah Hadits. Hadits sendiri terdiri dari berbagai macam Hadits, salah satu diantaranya adalah Hadis Kudsi

A. Pengertian

Hadits dalam arti bahasa berarti baru, lawan kata qadim (lama). Menurut istilah, Hadits ialah apa saja yang disandarkan kepada Nabi s.a.w  baik berupa perkatan, persetujuan atau sifat.

Sedangkan kata qudsi dinisbahkan kepada kata quds, yang secara bahasa berarti kebersihan dan kesucian. Menurt istilah yang disebut Hadits qudsi atau Hadits Rabbany adalah:

” Sesuatu yang dikabarkan Allah s.w.t kepada Nabi-Nya dengan melalui ilham atau impian, yang kemudian Nabi menyampaikan makna dari ilham atau impian tersebut dengan ungkapan kata beliau sendiri ”[1]

Maksutnya, Nabi meriwayatkannya bahwa itu dalah kalam Allah. Maka  Rasul menjadi perawi kalam Allah ini dengan lafal dari Nabi sendiri. Bila seeorang meriwayatkan Hadits Qudsi, maka dia meriwayatkannya dari Rasulullah dengan disandarkan kepada Allah, dengan mengatakan:

” Rasulullah s.a.w mengatakan: Allah Taala telah berfirman atau berfirman Allah Taala.” ; atau ia mengatakan:

” Rasulullah S.a.w mengatakan mengenai apa yang di riwayatkan dari Tuhannya”

Seperti contoh hadis kudsi berikut:

“ Dari Abu Hurairah r.a dari Rasulullah S.a.w mengenai apa yang diriwayatkan dari Tuhannya ‘azza wa jalla: Tangan Allah itu penuh,tidak oleh nafakah, baik diwaktu malam ataupun siang hari.” [2]

“Dari Abu Dzarr Jundab bin Junadah r.a  dari Nabi S.a.w. berdasarkan berita yang disampaikan Allah Tabaraka wa Ta’ala, bahwa Allah telah berfirman : Wahai hamba-Ku! Aku telah mengharamkan dhalim terhadap diri-Ku sendiri . Aku telah jadikan perbuatan dhalim itu terlarang antarra kamu sekalian. Karena itu janganlah kalian saling dhalim-mendhalimi…. (H.R Muslim)[3]

B. Perbedaan Antara Hadis Kudsi dengan Hadis Nabawi

Hadis kudsi biasanya diberi ciri-ciri dibubuhi kalimat-kalimat:

  1. Qala Allahu
  2. Fima yarwihi ’anillahi Tabaraka wa Ta’ala dan
  3. Lafal-lafal lain yang semakna dengan yang tersebut diatas

Sedang untuk Hadis Nabawi tidak ada tanda-tanda yang demikian

C. Perbedaan al-Quran Dengan Hadits Kudsi

Ada beberapa perbedaan antara al-Qur’an dengan Hadis Kudsi, dan yang terpenting adalah:

  1. Al-Quranul Karim dari Allah , baik lafal ataupun maknanaya. Maka ia adalah wahyu, baik dalam lafal ataupun maknanya. Sedang hadis kudsi maknanya saja dari Rasulullah S.a.w
  2. Membaca al-Qur;anul Karim merupakan ibadah; karena itu ia dibaca dalam Salat. Sedang Hadis Kudsi tidak disuruh membacanya dalam salat.
  3. Semua lafal (ayat-ayat)  al-Qur’an adalah mukjizat dan mutawatir, sedang hadis kudsi tidak demikian
  4. Setiap huruf yang dibaca dari al-Qur’an memberikan hak pahala kepada pembacanya sepuluh kebaikan.
  5. Meriwayatkan al-Qur’an tidak boleh dengan maknanya saja atau mengganti lafal sinonimnya. Berbeda dengan al-Hadis[4]

Daftar Pustaka

Ash Shiddieqy, M. Hasbi, Pokok-pokok Ilmu Dirayah Hadis Jilid pertama,Jakarta: Bulan Binytang,cet ke tujuh, 1987

Al-Qattan, Manna’ Khalil, terj Mabahis Fi Ulumil Quran, Jakarta:cetakan ke 12,2009

Rahman, Fathur, Ihtisar Musthalahul Hadis,Bandung:al-Ma’arif,1974


[1] Fathur Rahman, Ihtisar Musthalahul Hadis,Bandung:al-Ma’arif,1974, hlm 69

[2] Manna’ Khalil al-Qattan, terj Mabahis Fi Ulumil Quran, Jakarta:cetakan ke 12,2009,hlm 25

[3] Fathur Rahman,opcit, hlm70

[4] Fathur Rahman,opcit, hlm 71

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

Leave a Reply

« »